Sabtu, 27 Maret 2021
(Mendadak) Mudik di Masa Pandemic
Sabtu, 16 Januari 2021
Tentang Maaf Dan Memaafkan
Manusia itu, tempatnya salah, tempatnya khilaf, tempatnya lupa. Namun biasanya kesalahan yang dilakukan akan membekas kepada orang lain.
Manusiawi
Iya.
Lantas apakah jika kita tidak bersalah kita harus membalas perbuatan mereka?
Tidak.
Karena jika seperti itu, kita sama saja dengan mereka.
KIta hanya akan fokus sama dendam. Seberapa sakit hati kita, kita akan membalasnya dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan ke kita. Kita akan berpura-pura dan terus tersiksa batin karena sakit hati.
Lepaskan. Relakan. Maafkan.
Mungkin berat, tapi seenggaknya kita sedikit melepas beban bersalah mereka, sedikit mengurangi dosa menyimpan benci dihati, dan mungkin Allah akan memberi kita balasan yang setimpal.
Lagian, ajal gak ada yang tau.
APakah kita mau pulang kerumah Allah dengan hati yang masih kotor?
Mau jawab apa kita kalo Allah bertanya, mengapa kita masih menyimpan amarah?
Memaafkan memang berat. Mungkin bisa memaafkan, tapi belum tentu melupakan. Gapapa, itu manusiawi juga.
Berat memang, sama seperti meminta maaf. Yang mana akan terkalahkan oleh gengsi "Aku gak salah apa-apa masa minta maaf"
Padahal, harga kita gak akan turun karena meminta maaf.
Padahal, bisa jadi juga kita yang salah namun kita gak tahu.
Padahal, bisa saja kita yang salah namun ego membuat kita denial.
Percayalah, hatimu tenang setelah meminta maaf dan memaafkan.
Karena perkara hidup bukan hanya tentang itu.
Rabu, 13 Januari 2021
Toxic Circle (?)
Selasa, 22 Desember 2020
Personal Branding
Sekarang ini, Media Sosial Instagram gak hanya buat jualan atau toko-toko memasarkan barang dagangannya aja. Banyak yang memakai Instagram selain buat jualan, misalnya untuk menaikkan nilai diri, dakwah, berbagi resep dan tips-tips mulai dari tips rumah tangga, seputar anak, parenting dan lain sebagainya.
Salah?
Ya enggak dong.
Selama tidak menyalahi aturan dan UU ITE, sah-sah saja menjadikan Instagram kita sendiri menjadi rumah virtual kita.
Nah, salah satu yang lagi hype sekarang tuh adalah Personal Branding.
Apa sih Personal Branding itu?
Menurut google.com
Personal branding adalah proses memasarkan diri dan karier melalui suatu citra yang dibentuk untuk khalayak umum. Citra ini kemudian dapat dipresentasikan lewat berbagai jalur, seperti media sosial, blog, situs web pribadi, hingga perilaku di depan umum
Intinya tuh, kita mau dikenal sebagai apa sih?
Sebagai parenting enthusiast kah?
Sebagai ukhti hijrah kah?
Sebagai baker yang rajin share resep?
Sebagai beauty addict?
Karena lagi membahas Instagram nih, hal pertama yang harus kalian siapkan untuk memulai personal branding adalah.....
BIO DI INSTAGRAM
Hah? Kok Bio? Kan gak penting?
Jangan salah, ternyata Bio itu hal penting yang memang kadang kita abaikan karena dianggap gak penting.
Coba cek, Biomu udah menggambarkan citra diri yang akan kamu bagikan di feed Instagrammu kah? Atau masih asal sekedar ada isinya?