Tampilkan postingan dengan label Love Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Love Story. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Agustus 2015

Bersamamu, kutemukan aku

Aku yang menjadi diri sendiri
Aku yang bahagia dalam kesederhanaan ini
Kau ajarkan aku bahagia dengan cara sederhana
Kau selalu jatuhkan aku dalam bahagia kasih cinta
Kemewahan, nyatanya tidak dalam kita
Sepertinya kau begitu paham, jika bahagia dapat lahir dari hal-hal kecil yang sederhana

Terimakasih untuk segalanya

Doakan aku agar tetap sanggup menemanimu bahagia hingga kita kelak menua bersama

Sejak bersamamu, aku tidak ingin lagi membaca halaman perihal kehilangan
Sebab di pelukmu, serupa rumah yang telah lama ku rindukan.

Di tubuhmu, aku pulang

repost from @tausiyahku_

Kamis, 06 Agustus 2015

Jatuh Cinta Kepadamu

Aku tidak pernah berencana untuk jatuh cinta kepadamu.

Tapi sebelum aku menemukanmu, aku begitu suka menceritakanmu di dalam doa-doaku.
Jika saat ini kau ada, aku percaya; Tuhan memang Maha Baik, pun Tuhan begitu Maha Cinta.

Aku tidak pernah sekalipun menyesali pertemuan kita.
Pun dengan cinta yang semakin hari semakin tumbuh baik dalam kasih bahagia.
Darimu aku sanggup mensyukuri hal-hal kecil yang ternyata dari sana kita sanggup tumbuh dalam bahagia yang sebenarnya.

Aku mencintai baik burukmu.
Aku mencintai lebih kurangmu.
Aku mencintaimu dalam tulus doa dan cinta.
Dan sepertinya, kau begitu paham apa yang kurasa, bahkan tanpa perlu aku mengatakannnya.

Suamiku, ketika Tuhan mempertemukan kita.
Aku percaya, Tuhan mempercayai kita.
Mungkin jalan kita akan berbeda dengan yang lainnya.
Sulit, rumit.
Tetapi aku selalu yakin, bersama kita akan menyelesaikan semuanya.

Aku ingin menemanimu dalam suka dan duka yang bersama.
Aku mencintaimu dengan berbagai macam cara.
Dan semoga, Tuhan tak akan lagi memiliki alasan untuk memisahkan kita.


Report from SA
@tausiyahku_

Senin, 19 Agustus 2013

Kebetulankah? Atau Memang Takdir Allah?

Kalau aku ingat kembali, perkenalanku dengan dia bukanlah sesuatu yang disengaja. Perkenalanku dengannya bukan perkenalan dengan media seorang teman. Bukan, bukan dengan semua itu. Aku berkenalan dengan dia melalui sebuah ajang orientasi jurusan, dimana semua mahasiwa jurusan IT angkatanku pun berkenalan dengannya. Namun mengapa dia memilihku? Wallahualam. Aku pun masih tak memahaminya sampai sekarang.

Kebetulankah?

Kami yang tidak pernah bertemu sebelumnya, bisa saling jatuh cinta.
Kami yang tidak pernah satu kota sebelumnya, bisa saling menyayangi.
Apa itu bisa disebut kebetulan?

3 tahun 6 bulan sudah kami bersama. Berantem, baikan, marahan, ngambek, diem-dieman semua masalah sudah pernah dirasakan tapi kami masih memilih bersama, masih memilih orang yang sama.
Kebetulankah?

Apa kamu percaya sama yang namanya kebetulan? Kalau aku tidak. Aku percaya semua sudah digariskan oleh Allah. Semua sudah diatur jalannya oleh DIA, termasuk jalanku bersama dia.

Pertemuan yang tidak bisa dibilang indah. Sebuah kesalahan yang terjadi dimasa lalu namun berakhir indah untukku saat ini.

Aku tidak pernah menyesali masalaluku ataupun masalalunya. Biarlah semua tetap menjadi masa lalu. Terimakasih ya Rabb atas garis takdirMu untuk kami.

Kini kami sedang berusaha untuk menatap masa depan kami berdua. Untuk itu, jangan biarkan semua ini sia-sia ya Allah. Aku percaya semua yang terjadi bukan hanya sekedar kebetulan semata. Semesta punya jawaban atas semua ini.

Bismillah. Dengan menyebut nama Allah, lancarkan semua rencana kami. Semoga niat baik kami engkau Ridhai ya Allah.



PS : *Terimakasih ya atas pembicaraan serius kemarin malam. Terimakasih sudah menyadarkan aku dengan cara halusmu. Terimakasih atas cambukanmu. Kini aku sadar umurku sudah bukan umur untuk main-main, begitu juga denganmu. Kita jalani bareng-bareng, kita usaha bareng-bareng, kita niatkan bareng-bareng. Mulai malam itu kita sepakat semua kita lakukan bareng-bareng.

-disstea

Sabtu, 03 Agustus 2013

[REPOST] Berlebihan Enggak Sih?


  • Berlebihan enggak sih kalau aku jadi ibu dari anak-anak kamu nanti.
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu jadi imam aku nanti, ketika kita sudah menjadi halal.
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu, kamu orang yang setiap hari aku kecup keningnya saat kita bangun tidur.
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu jadi pendengar pertama saat aku ada masalah-masalah sama kerjaan aku.
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu jadi guru ngaji anak-anakku nanti setelah kita melakukan shalat magrib.
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu, kamu orang yang pertama aku bangunin setiap pagi untuk shalat subuh.
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu jadi orang terakhir yang aku liat sebelum tidur. @deplant19
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu, kamu yang aku masakin tiap hari.
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu dan kita jadi orang yang bisa menyelesaikan masalah bareng-bareng nanti.
  • Berlebihan enggak sih kalau aku mau kamu, kamu yang aku sediain sarapan saat kamu mau berangkat kerja nanti.

Inti dari pertanyaan tadi aku mau kamu denger lagunya Maliq n D'essentials yang Pilihanku :)

(aamiin~)

Sumber : LDR Story 

*Editing sedikit karena disesuaikan dengan gender*

Selasa, 25 Juni 2013

Kepada Jarak Aku Menitipkan..

Kepada jarak aku menitipkan cinta
Kepada jarak aku menitipkan rindu
Kepada jarak aku menitipkan sayang
Kepada jarak aku menitipkan senyum
Kepada jarak aku menitipkan kepercayaan
Kepada jarak aku menitipkan rasa bangga
Kepada jarak aku menitipkan rasa terima kasih
Dan kepada jarak aku menitipkan doa

Untuk dia, dia yang ada disana yang sedang berjuang juga untuk masa depan kita, masa depan aku dan dia.

Insya Allah.

Kamis, 18 April 2013

Saat Dia ... Saat Itu Kamu Tau ...


  • Saat dia mengorbankan waktu rapatnya hanya untuk merawat kamu yang sedang sakit
  • Saat dia mengorbankan waktu bermain futsalnya dan memilih pergi menemanimu yang sedang merasa bosan
  • Saat dia tiba-tiba datang ketempatmu dan membawakanmu coklat dan es krim hanya untuk meminta maaf atas kesalahannya saat itu
  • Saat dia menyempatkan mengajakmu pergi nonton disaat dia baru pulang dari kantornya
  • Saat dia mengalah pada saat debat denganmu ketika tim bola kesayanganmu kalah
  • Saat dia menyempatkan makan malam bersamamu
  • Saat dia menyisihkan sedikit waktu untuk meneleponmu ketika dia sedang berada di luar kota
  • Dan saat dia mengorbankan dinas ke kampung halamannya untuk datang ke acara wisudamu
  • Saat itulah kamu tau sebesar apa rasa sayangnya untukmu.

Hargai pengorbanannya. 
Ucapkan terimakasih padanya karena telah melakukan itu semua untukmu.
Kamu berhak mempertahankan lelaki seperti dia.


Insya Allah :')

Rabu, 17 April 2013

Kepada Kamu Yang Kucintai Dari Jauh

Jika suatu hari kamu rindu dan ragaku terlalu jauh untuk kamu gapai,
berdoalah..
Agar aku dikuatkan, atau kamu diberikan rezeki berlebih untuk menemuiku.

Jika suatu hari kamu merasa tersisihkan karena semua kesibukanku,
mengertilah..
Aku disini berusaha, agar kelak kita bisa bersama dan kita tak perlu bekerja terlalu keras seperti ini, untuk membayar semua waktu saat kita terpisah seperti ini.

Jika suatu hari kamu tidak yakin akan semua yang kita jalani,
berusahalah..
Agar kita bisa diberikan jalan, atau setidaknya diberikan kemantapan hati untuk melalui apa yang sebenarnya begitu ganjil untuk dijalani. Mencintai dari jauh..

Jika suatu hari kamu membuka mata dan mendapati diriku tak ada disana,
bersabarlah..
Akan datang waktu, dimana jarak terjauh dari aku tak dapat melihatmu adalah ketika saling berpunggungan ketika tidur.

Jika suatu hari kamu mencari sosok untuk kamu rengkuh dengan erat dan sempurna,
cobalah tetap tenang..
Biarlah malaikat yang menjaga langkahmu, biarlah sayapnya menggenggammu erat dan membuatmu aman. Aku yakin, malaikat menyayangi mereka yang mencintai tanpa syarat.

Jika suatu hari kamu kebingungan menentukan langkah, sedangkan aku terlalu fana untuk bisa kamu andalkan,
Yakinilah..
Apapun jalan yang kamu ambil, selama untuk kebaikan kita bersama, aku disini akan tetap tersenyum, memberika suntikan semangat melalui setiap permintaanku kepada Tuhanku.

Jika suatu hari kamu merasa semua yang kita jalani tanpa tujuan,
Ingatlah..
Kita pernah memutuskan untuk bersama, saling jatuh cinta dan berharap pada mimpi yang pernah kita bangun. Berkomitmen menjalani semua, dan saling menjaga segala rasa.

Jika suatu hari kamu ingin mengakhiri ini semua,
renungkanlah..
ada kelelahan yang tak dapat kita sembunyikan dalam menjalaninya, tapi akan ada penyesalan yang terukir pasti dan juga tenaga yang terkuras habis apabila suatu saat nanti kita memutuskan berjalan sendiri.

Jika suatu hari kamu lelah,
Percayalah..
Aku masih disini, di tempat kita biasa bertemu, menunggumu datang untuk kembali bercengkrama, walau sesudahnya ada episode baru bernama rindu yang lebih hebat.

Jika suatu hari kamu merasa dadamu hangat,
peganglah..
Itu doaku, agar kamu selalu merasa tenang. Tuhan sedang menyentuhmu, karena pintaku dalam sujudku.


Untuk kamu yang kucintai dari jauh..
bersabarlah..
Aku disini.. Masih ditempat yang sama,
dengan rindu yang menumpuk,
dan cinta yang tak kalah banyaknya..
Aku disini, menunggumu pulang.
Karena kamu, sudah kubuatkan rumah.
Didalam sini.
dalam hatiku, yang selalu tak pernah gagal untuk kamu sentuh

Story by Falla Adinda  

How Do You Know He Loves You ?


I know he loves me, when...
  • Saat di waktu tidak terduga ia tiba-tiba memeluk saya dari belakang, melepaskannya; tanpa berkata apa-apa dan berjalan seolah-olah tak terjadi apa-apa.
  • Saat ia menyisakan potongan terakhir makanan favoritnya, terlibat 'pertikaian' kecil "buat elo aja.." | "Nggak, udah buat elo aja. Udah ini makan.." | "Udah elo aja." dst dst ampe lebaran kuda.
  • Ketika ia menatap saya sembari saya menceritakan apa yang terjadi hari ini. Mendengarkan dengan baik sambil sesekali menanggapi dengan mata berbinar.
  • Ketika ia mencium kening saya di depan orang tua dan keluarga besarnya.
  • Saat ia menarik tangan saya erat, mengenalkan saya pada teman-temannya.
  • Ketika ia menyertakan saya sebagai salah satu alasan pengambilan keputusannya.
  • Ketika ia bertanya pada saya mana pakaian yang cocok untuk dikenakan, parfum yg harumnya lebih nikmat, kacamata yang jatuhnya lebih cocok diwajahnya, sepatu yang lebih pantas dan mana kue yang lebih enak di lidah saya.
  • Atau ketika ia bermain dengan ponakan-ponakan saya, mencium mereka dan dengan sabar mengajari mereka bermain game di iPad.
  • Atau mungkin saat ia mencium tangan ayah dan ibu saya.
  • Mungkin juga saat ia menunduk sopan layaknya saya seorang putri di pintu gerbang rumah saya ketika ia pamit pulang.
Bukan jutaan kata cinta yang diutarakan yang bisa menunjukkan sayang, bukan pula tweet romantis, bukan pula foto berdua yang harus selalu terpasang. Cinta itu datangnya dari hati, dan hati pula yang akan berbicara banyak, keyakinan itu akan tumbuh dengan sendirinya. Sebuah perasaan pasti akan rasa yang sama-sama dirasa. Cinta dan keraguan tidak akan tumbuh bersamaan, dan saya tidak dapat menjelaskan kenapa, tapi semua hal kecil yang ia lakukan untuk saya bermakna besar. Semua hal kecil yang ia ingat dari saya menyisakan senyum lebar, semua kecupan kecil, semua sapaan ringan dan ejekan-ejekan; itu cinta. Ah, saya sudah tua rupanya, saya tak lagi membutuhkan pernyataan cinta setiap waktu, karena jauh di dalam sini *tunjuk dada*, saya tau, kami memiliki rasa yang sama.

Kamu..
keagungan yang dikirim Tuhan untuk saya,
terima kasih.

Story by Falla Adinda

Adakah Yang Berubah?


"Thank you for today.."

"My pleasure, Nona.. Goodnight.."

Lalu ada pelukan hangat, panjang, diselingi kecup lembut pun basah.

*lalu lampu mendadak menyala.*
kemudian kami bertingkah seolah tidak ada apa-apa.. Kaget dan salah tingkah.
Setelah menyadari bahwa yang menyalakan lampu adalah asisten rumah tanggaku yang terbangun dan ingin mengecek kunci garasi, kemudian kami berdua tertawa..

Melanjutkan pelukan tersebut..
..... dengan mata was-was.


-------------


Siapa yang tidak pernah merasakan moment seperti tergambar di atas? Diam-diam mengecup bibir, diam-diam berpelukan saat rumah sepi dan mendadak menjauh ketika ada suara pintu terbuka atau derap langkah kaki.

Lalu kemudian aku terdiam dan berpikir, ketika kamar menjadi tempat yang tak lagi taboo bagi sepasang kekasih dan tempat tidur bukan lagi tempat yang dijauhi, akankah rasanya sama seperti dulu? Seperti saat tanganmu mengelilingi punggung dan pundakku di dalam mobil, mencuri suasana karena rindu..

Akankah rasanya sama? Ketika piring sushi yang biasa kita lahap depan mata adalah hasil perhitungan jeli mengenai "Makan apa kita selanjutnya kalau malam ini uang dihabiskan untuk makan sushi?", bukan karena sushi tersebut adalah 'traktiran' kamu di hari kencan kita..

Akankah rasanya sama? Ketika dress cantik yang kamu beli sebagai hadiah untukku adalah hasil pertimbangan panjang dan pembagian uang pangan pengisi kulkas dan tagihan listrik, bukan sekedar sisa gaji seperti dulu; saat dimana tiba waktunya makan adalah tiba pula pesan singkat berisi "Mas, makan dirumah gak? Kalau nggak, Momi gak masak.."

Akankah rasanya sama? Ketika setiap malam kita sudah bisa berbagi tempat tidur dan aku bisa memelukmu kapan saja seperti ketika aku memelukmu erat namun singkat ketika orang sibuk dengan pekerjaannya dan tidak melihat ke arah kita, yaa., seperti saat kita masih pacaran..

Akankah rasanya sama?

------



Rasanya itu semua tidak akan sama. Karena ketika berbicara mengenai hidup, kita tak luput berbicara tentang perubahan dan penggantian tingkat kebahagiaan.

Selalu akan ada yang berubah..

Ketika sudah tidak ada lagi muka bete karena kencan yang dirasa belum puas tetapi mobilmu sudah sampai di depan rumahku.. Ya, karena kita kan pulang ke rumah yang sama..

Ketika sudah tidak ada lagi pergulatan dengan berat badan sendiri saat memakai dress pas badan dengan ritsleting di belakang karena kamu sudah bisa melihat punggungku tanpa benang. Ya karena kita berada pada kamar yang sama..

Ketika sudah tidak ada lagi rasa canggung melihat adegan intim pada sebuah film karena kamar kita kelak; walau kecil, sudah bisa menjadi tempat melampiaskan semua angan dan mungkin saja menjadi saksi "si kecil" yang akan lahir; nanti..

Ketika sudah tidak ada lagi pertengkaran mengenai kabar yang terlambat datang, walau mungkin nantinya kita akan bertengkar mengenai kamu atau aku yang pulang terlambat karena pekerjaan yang masih menumpuk.


...


Ketika kita harus berbagi rak sepatu, ketika aku sudah merencanakan memisahkan sepatu futsal dan bolamu di rak paling bawah dan sepatu hak tinggiku di rak sisanya. Ketika kamar mandi didominasi harum favoritku dan ketika dinding kamar merupakan hasil pilihan warna favoritku. Aku tau, hidup akan semakin berat, karena bukan lagi masalah jadual tayang bioskop yang akan kita ributkan, tapi tentang jadual mencuci pakaian di laundry. Hidup akan semakin rumit, tentang cicilan rumah, tentang biaya sekolah dan tentang pembagian waktu.

Hidup akan tak lagi sama,
tapi aku percaya,
sejauh kamu sudah halal untuk di sisi,
semua kerumitan akan menjadi lebih berarti.





Bismillah. :)

Story by Falla Adinda

Tiiiiidddduuuuuunggggg

Akhirnya menginjak daerah pulau seribu juga tepatnya ke Tidung. Dari jaman kuliah emang pengen tapi belom kesampean hahah. Dan akhirnya ajakan dari Kak Erdi pun datang. Bersama teman-teman kantornya kita menuju pulau Tidung. Sempat mikir gak enak karena gw bukan keluarga BRIS, tapi ternyata ada pasangan lainnya diluar BRIS yang ikut juga. Aheeeeey

Schedule Kegiatan :

*Jumat, 29 Maret 2013

  • 03.45 Jalan dari rumah ke tempat janjian di depan CL dianter Papa karena katanya janjian jam 05.00 :O
  • 04.15 Ternyata jalanan lancar dan jam segini sudah sampai dong. Dan ternyata Kak Erdi masih baru jalan dong. Akhirnya parkir di depan Trisakti nunggu Kak Erdi
  • 04.35 Akhirnya Kak Erdi datang juga dan menghampiri teman-temannya di SPBU Daan Mogot. Sampai sana kita Sholat Subuh dulu karena sudah adzan.
  • 05.00 Mulai bergerak ke Angke pake angkot charteran yang seorangnya kena Rp 5.000. Seru ya naik angkot rame tapi yang diobrolin nyambung soalnya penumpangnya pada kenal semua.
  • 06.00 Baru sampe Angke. Perjalanan kira-kira sejam karena di deket Angke dan mau ke pelabuhannya itu macet sekali. Ternyata banyak orang yang ingin ke pulau juga. Untung kita majuin jadwal keberangkatan ya :D
  • 06.15 Posisi udah dikapal kayu bagian atas, udah duduk manis nyari tempat PW karena kira-kira perjalanan 3 jam katanya. Harus cari posisi enak buat tidur. Ngantuk booo jam 3 subuh udah bangun :D
  • 07.00 Kapal baru terlihat akan bergerak, antri karena depan belakang kita ada kapal lain. Oh jadi sepertinya kapalnya ini emang berangkatnya jam 7 gitu deh.
  • 09.00 Kira-kira jam segini sudah capek tidur (jadi dari kapal berangkat itu langsun terlelap haha) dan mukai melihat-lihat pemandangan laut yang sudah berwarna biru jernih gak pake butek. Alhamdulillah ombak gak berasa jadi gak (belum) mual.
  • 09.45 Katanya sih udah deket, daaaaaan pemirsah tempat kira duduk masuk air. Entah air darimana. Ya memang sih diluar hujan kecil, tapi airnya itu dari pinggir bukan dari jendela. Alhasil ada yang duduk di pelampung dan gw memilih jongkok. Udah gitu ombaknya gede, mungkin karena hujan. Jadi mulai berasa mualnya nih perut dikocok-kocok. Mana cuma sarapan donut. Alhasil gigit bibir biar gak muntah sambil liat muka Kak Erdi yang mau ngomel kalo sampe muntah
  • 10.15 Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga di Tidung. Kapal parkir aja pake antri, udah gitu buat ke dermaga aja antri, Heuh, betapa banyak orang yang ingin melihat keindahan alam di Pulau ini.
  • 10.30 Ketemu juga sama bapak yang ngurusin kita selama disana. Dan jalan kaki dong ke Homestay yyang kita belum tau seberapa jauh kita akan jalan kaki. Sambil jalan liat-liat homestay yang persis dipinggir pantai, bagus sekali emandangannya.  
Jalan kaki rame-rame gak terasa
  • 10.45 Ya akhirnya kita sampai di homestay yang letaknya juga di pinggir laut persis. Alhamdulillah. Bentuknya gak kayak rumah warga, tapi kayak kos-kosan gitu loh. Jadi ternyata kita disediain 2 kamar buat cowok sama cewek. Kamarnya bagus, kasurnya springbed dan kamar mandinya juga bersih, cuma ACnya kurang berasa.  Dan viewnya juga bagus karena kita dapat di lantai 2.
Naik tangga gak ada pegangan, ngobrol sama angin laut. Adeeemm

  • 11.00 Setelah istirahat sebentar kita memutuskan makan, karena begitu kita datang makanan sudah ada dikamar. Makannya lucu, lauknya disediain sesuai jumlah orang, gitupun aqua gelasnya hahaha. Yang bisa lebih cuma nasi sama sayur hahhahaah tapi enak kok, trus bergizi 4 sehat kurang 5 sempurna hahaha. Abis makan ngobrol ditemein angin laut, sambil menunggu jam lelaki sholat jumat.