Tampilkan postingan dengan label Simple Diary. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Simple Diary. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 November 2020

Ujian itu adalah...

Setiap makhluk yang bernyawa pasti mempunyai ujiannya tersendiri. Tidak terkecuali hewan dan tumbuhan, walau mereka tidak mempunyai akal dan pikiran.


Manusia diberikan ujian hidup oleh Allah Subhanahuwata'ala semata-mata demi mendekatkan diri kepada-Nya.


Allah kangen dirayu, Allah kangen kita bermanja-manja dengan-Nya juga, bukan dengan sesama makhluk-Nya saja.

Allah kangen memberi apa yang kita minta setelah kita rayu. Sekangen itu Allah sama kita sampe dia harus memberi ujian kepad kita dulu agar supaya kita ingat Dia.


Sedih dapat ujian mulu? Sampe merasa gak mampu hidup?


Posisikan terbalik. Apa Allah gak lebih sedih ketika Dia diduakan dengan yang lain? Kalo Allah sedih trus kasih kita ujian, harusnya kita senang tapi memang yang namanya ujian gak pernah mudah.


Dan bentuk ujian itu bermacam-macam. Kebahagiaan yang kita punya bisa jadi ujian kita untuk orang lain.


Yang kita lihat, wanita itu disayang suami, punya anak banyak baik budinya, mertua penyayang, saudara ipar perhatian, keluarga harmonis, kaya raya. Tapi kita gak tau kesedihan apa yang sedang dia simpan bukan?


Mungkin suaminya sayang, tapi suaminya sibuk mencari nafkah sehingga sedikit waktu untuk istri dan anaknya.

Mungkin mertuanya penyayang, tapi bisa jadi tinggal di pulau yang berbeda.

Mungkin iparnya perhatian tapi tetap terbatas karena ipar bukan mahromnya.

Semua itu mungkin ujian baginya. Tapi tidak dia perlihatkan. Buat apa? Bukannkah istri itu pakaian suaminya? Untuk apa dia umbar aurat suaminya?


Subhanallah.


Maka dari itu, janganlah merasa paling menderita sendiri. 

Lebih baik, pantaskan selalu diri kita bukan hanya dimata manusia, tetapi khususnya dimata Allah Subhanhuwata'ala. Dia yang paling berhak atas diri kita ini.


Jalankan kewajiban dari-Nya. Mungkin auratmu masih sering terlihat. Mungkin sifat riyamu masih sering muncul. Mungkin sedekahmu kurang. 

Introspeksi diri kemudian istiqamahlah dalam jalan yang telah engkau pilih.


Sesungguhnya Allah sayang sekali sama kita.


"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS. Al-Baqarah: 286).

Jumat, 30 Oktober 2020

Self Reward

Bismillah

Berbicara mengenai self reward atau penghargaan terhadap diri sendiri rasanya penting tapi masih banyak yang abai.
Padahal ya, mengapresiasikan diri itu gak mahal loh. Sekedar berterimakasih kepada diri sendiri karena masih kuat sampai detik ini.

Karena ku tahu, tekanan yang datang dari luar itu banyak dan berat. Harus pandai memilah mana yang sebaiknya kita abaikan, mana yang harus kita bold dan berjuang menggapainya.

Untuk mencapai sebuah hasil itu gak lepas dari yang namanya kerja keras. Pegawai aja kerja dibayar dengan gaji, kenapa diri sendiri yang struggling setiap hari tidak kita apresiasikan?

Gak peduli masih gadis atau udah Ibu-ibu, single atau berpasangan, apresiasilah diri kita sendiri. Kalo bukan kita yang memperhatikan diri kita sendiri, siapa lagi? Orang lain bahkan mungkin menganggap sebelah mata kita. Bahkan mungkin ada yang menganggap kita tidak bekerja keras dan tidak layak mendapat apresiasi. Siapa yang tahu selain kita sendiri kan?

Yuk, mulai kasih reward ke diri sendiri. Tidak harus berupa materi, apalagi yang mahal dan malah bikin stress dan kepikiran di hari esoknya. Sekedar "aku mau libur masak dan makan makanan Restaurant karena 1 minggu ini aku berhasil menahan emosi kepada anak" atau "aku mau jajan sepatu baru, karena satu bulan ini aku berhasil rutin dan fokus untuk berolahraga" atau "aku mau baca buku-buku yang belum sempat kubaca, karena aku berhasil mengerjakan tugas kantor sebelum deathline". Simple kan?

Aku sendiri sudah rutin memberi reward ke diriku sedari menjadi mahasiswa dulu. Sekedar jajan komik Conan aja aku udah bahagia, reward karena bisa menghemat duit makan berkat belajar memasak. Sekarang sudah Ibu-ibu rewardnya lebih ke printilan rumah tangga atau dapur aja yang bisa dibeli dengan menabung dulu hihi.

Cowok juga bisa gak? Bisa banget! Suamiku itu gak keliatan tapi dia melakukan self reward loh. Misal, beli sepatu futsal karena mulai rutin olahraga, biar makin semangat. 

Jadi, jangan lupa mengapresiasikan diri sendiri ya. Gak perlu mahal, gak perlu materi, yang penting jiwa ini terisi kembali dengan sebuah kebahagiaan baru dan kepuasan tersendiri ❤️


Cheers,
Mamadis




Psst, ini reward terbaruku karena aku merasa akhir-akhir ini semangat masakku meningkat 😂

Sabtu, 05 September 2020

Teruntuk Ibu² Sesama Pejuang PJJ

 Haloooo....


Assalamualaikum Ibu² pejuang PJJ. Gimana, masih semangat? Atau udah mulai darting kalo istilah hitsnya mah ✌️


Alhamdulillah ya semoga masih tetap sabar dan semangat menghadapi PJJ. Karena, karena, karena memang sebenarnya sudah kodratnya seorang Ibu itu menjadi guru pertama anaknya.


“Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.”

Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik


Pasti sudah sering banget membaca ataupun mendengar kalimat tersebut. Ya kan ya kan. Tapi terkadang kita (termasuk aku mungkin) masih denial, kalo gitu buat apa guru disekolah? Bukankah tugas guru itu mengajar anak-anak supaya pintar?


<i>Ya benar sih, tapi gak gitu mainnya Buuuk.</i>


Selama pandemic ini, pendidikan yang diterapkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring -dalam jaringan. Mungkin aku baru 2 bulan ini menjadi orangtua yang mendampingi anak PJJ ya, mungkin Ibu lain udah dari awal pandemic ini, tapi posisi kita semua sama Bu, kodrat kita sama ada tidak adanya pandemic kita ini Ibu, madrasah pertama anak kita.


Dari anak kita lahir, kita banyak mengajari ini itu hingga dia bisa dan sampai di tahap sekolah usia dini, gak bisa kita lepas gitu aja. Gak ada pandemic pun kita tetap harus mengajari dan mengawasi anak kita. Mungkin kalo sekolah luring mereka diajari Guru, plusnya mereka bisa bersosialisasi dengan teman dan Guru. Tapi Bu, bukannya bersosialisasi dan bersekolah juga butuh adab? Butuh etika dan kebiasaan yg harus dimulai dari rumah sendiri. Itulah tugas Ibu. Masa untuk belajar adab, kebiasaan baik harus Ibu Guru juga yg mengenalkan ke anak kita? Mau jawab apa kita kalo ditanya Allah Subhanahuwata'ala nanti. Malu Bu 😐


Makanya yuk, dibawa santai aja masa-masa PJJ ini sambil terus berdoa semoga segera selesai pandemic ini. Anak-anak bisa kembali bersekolah sesuai fitrahnya lagi. Tapi, selama masa-masa ini belum lewat dan akan terus kita jalani, mari bergandengan tangan. Ojok dibawa stress Bu, anak kita lebih stress percaya deh, apalagi kalo Ibu marah-marah makin stress mereka.


Sekolah santai, ikuti mood mereka dan mood kita sendiri. Ambil hikmah, karena ini kita jadi lebih paham karakter anak kita tuh seperti apa sih? Bagian mana yang masih perlu di build up? Adab dan pembiasaan yg masih nyeleneh apa aja? Oh jadi gini ya anakku belajar di sekolah? Susah ya ternyata pelajarannya, jadi harusnya aku gak ngoyo ngepush dia karena memang ternyata susah dan anakku masih di tahap mempelajari belum memahami. Dan kalo aku ya, aku ambil hikmah bisa murojaah-an setiap pagi, rajin dzikir pagi dan hafal hadist loh aku sekarang karena anakku setiap hari setoran tugasnya seperti itu 😂


Semangat para pejuang PJJ. Kalo lagi lelah, break sejenak bilang ke suami sebagai support system terdekat, minta gantian kalo misal suami juga WFH. Teruntuk Ibu Pekerja, semoga diberi kemudahan dan kebesaran hati saat tidak bisa mendampingi anak PJJ ya. Kejtup 😘


Psss. 

Melipir piknik sejenak juga boleh loh. Cari tempat outdoor dan yang sepiiiiiii. Jangan lupa patuhi protokol kesehatan, masker jangan dilepas! 



Peluk Virtual ❤️

Rabu, 06 Mei 2020

Ramadan During COVID-19

Bismillah

Bulan suci tahun ini, bulan Ramadan yang selalu dinanti-nanti umat muslim diseluruh dunia terasa berbeda. Seperti yang kita ketahui, tahun ini dunia sedang didatangi oleh makhluk kecil Allah Subhanahuwata'ala, yang amat sangat kecil namun mengguncang bumi-Nya.

Sampai menjelang Ramadan tiba, pasukan kecil tersebut belum mau pergi dari rumah sementara manusia. Sehingga Ramadan dipastikan dijalani dengan suasana berbeda.

Tiada Shalat Tarawih berjamaah di Masjid atau Mushola, tiada Iftar Jama'i, tiada Sahur On The Road, tiada ritual Buka Bersama yang biasa dilakukan dengan dalih "silaturahim"

Suasana boleh berbeda, tapi amalan dan kewajiban di bulan suci tetap sama. Tiada Tarawih berjamaah dimasjid, Tarawihlah berjamaah bersama keluarga, tiada Iftar Jama'i di Masjid, berbuka puasa dengan intimlah bersama keluarga, tiada Sahur On The Road, gunakanlah waktu Subuhmu untuk bermunajat kepada Allah dan membaca ayat-ayat suci-Nya, tiada ritual Buka Bersama, tak apa, silaturahim tidak sebatas hadir saat acara tersebut atau tidak.

Kalau difikir secara logika, Allah memberikan keadaan seperti ini pasti ada alasannya. Mari kita ambil hikmahnya saja. Bukankah dengan keadaan seperti ini Allah memberikan waktu kita untuk beribadah, mengisi hari dengan bermunajat dan kegiatan positif lainnya tanpa harus terdistraksi dengan kegiatan duniawi. Bukankah kita bisa melakukan banyak kebaikan di bulan ini walau hanya bisa kita lakukan secara virtual.

Mengutip perkataan Ust Adi Hidayat "Allah sudah memberikan kondisi Ramadan seperti ini tahun ini untuk memaksimalkan ibadah kita, menyiapkan bekal akhirat kita. Lantas jika masih saja tidak bisa maksimal, harus kondisi seperti apalagi yang Allah berikan kepada kita? Kurangkah ujian saat ini untuk mengingat-Nya?"


MasyaAllah, semoga kita semua tidak menjadi futur dan tetap istiqamah beribadah bahkan terus istiqamah meningkatkan ibadah berkali-kali lipat dari Ramadan yang lalu.

Jumat, 24 April 2020

Aku dan Bengkel Diri

Assalamualaikum..

Apa kabar kalian? Lama tak menjumpa blog yang sudah berdebu ini. Sekalinya menyapa karena 'keterpaksaan' yang mengharuskan diri ini membersihkan debu disini. Tapi mudah-mudahan dari keterpaksaan ini saya bisa menjadi tidak terpaksa untuk menumpahkan isi fikiran yang penuh ini.

Aku dan Bengkel Diri.
Sebelumnya sudahkah kalian mengenal apa itu Bengkel Diri? Apasih? Sejenis apa? Enak gak? Kenal darimana? Ngapain aja disana?
Pertanyaan itu juga terbersit di fikiran saya kala saya melihat teman-teman Instagram saya mempost foto berlabel #BengkelDiri. Setelah kenalan? Saya addicted, saya menjadi istilah anak sekarang tuh bucin sama materi dan tugas dari fasilitator, saya menjadi bisa memanage waktu dan yg paling penting saya merasa ibadah saya baik wajib maupun sunnah lebih tertata dan konsisten. Jadi, kalo kalian belum kenalan sama yang namanya Bengkel Diri, kenalan sekarang juga dan rasakan sensasinya.

Emang ngapain aja sih di Bengkel Diri sampe efeknya seperti itu?
Jadi, Bengkel Diri itu sekolah daring khusus akhwat milik Ummu Balqis. Bengkel Diri saat ini ada 2 level, Level 1 dan Level 2. Kalo kalian baru kenalan kalian akan masuk kelas Level 1 terlebih dahulu sebagaimana sekolah lainnya gak mungkin baru masuk kalian langsung kelas 6 SD atau kelas 2 SMP, semua pasti dimulai dari kelas 1.

Materi sekolahnya itu dibagikan melalui grup Whatsapp. Jadi, kita akan diinvite ke suatu grup kelas yang bersih dari ketikan-ketikan rame murid-murid karena, jadi gak khawatir materi tenggelam karena benar-benar grupnya khusus wali kelas dan fasilitator. Kalau hari itu kita absen kelas, kita masih bisa scroll ke atas mencari materi yang tertinggal. Lalu kita juga akan diinvite ke suatu grup ukhuwah yang biasa disebut Cafe. Di Cafe kita bisa bersua dengan akhwatifillah yang lain, silahturahim, berbagi ilmu akan tugas, berbagi info bermanfaat lainnya, dan ada sesi wiRABUsaha setiap hari Rabu. Seru kan?

Jangan lupa, sama seperti sekolah lainnya, di Bengkel Diri juga ada yang namanya Kepala Sekolah dan Wali Kelas. Kepala sekolahnya yaitu Ummu Balqis sendiri dan Wali Kelas tiap kelas berbeda. Lalu ada guru atau kita sebut fasilitator, yang ilmunya Insya Allah sudah terjamin dan sesuai dengan materi yang akan beliau-beliau sampaikan.

Setiap sehabis materi, akan ada sesi tanya jawab dimana kita menyetor pertanyaan ke wali kelas dan nantinya pertanyaan kita akan dijawab di kelas secara live oleh fasilitator. Setelah pertanyaan-pertanyaan terjawab, maka fasilitator akan memberi tugas yang wajib kita upload di Instagram kita. Tenang, kalo Instagram kita terlalu pribadi, kita dibolehkan membuat Instagram baru khusus tugas Bengkel Diri. Tapi kalau saya sih langsung di Instagram pribadi karena saya ingin teman-teman daringku mendapat garis besar tiap tugas yang saya post, hitung-hitung berbagi ilmu dan semoga dinilai sebagai pahala sama Allah Subhanahuwata'ala. Nah, kalau di Level 1 dari sekian banyak tugas kita wajib menyelesaikan minimal 70% dari total tugas untuk syarat naik kelas. Jadi sebenarnya mau ngerjain tugas atau tidak ya terserah, cuma buat kalian yang masih di Level 1 kalian gak bisa naik kelas sebelum tugas terpenuhi. Kalau di Level 2 belum ada ketentuan minimal tugas untuk saat ini, karena kata Ummu Level 3 masih digodog di panci hehe.

Jadi, sudah ada bayangankah kalian akan Bengkel Diri?

Bagi kalian yang berteman dengan saya di Instagram kalian akan melihat postingan tugas saya dan dulu-dulu sih ada yang bertanya bagaimana kalau mau ikut kelas Bengkel Diri ini?

Output yang diharapkan setelah ikut kelas Bengkel Diri ini benar-benar positif, benar-benar bisa diterapkan dikehidupan kita. Banyak kok siswi yang sambil bekerja kantoran sambil bagi waktu untuk menyimak materi dan mengerjakan tugas, management waktunya harus bagus dan itu salah satu materi Level 1 loh.

Sekarang kalau kalian lihat saya berbeda, menjadi lebih ke arah positif, mungkin itu salah satu hasil tempaan di kelas Bengkel  Diri level 1 dan level 2. Iya, serius deh kalau kalian udah masuk kelas level 2 yang materinya Masyaa Allah jauh lebih berat dan padat dari level 1, kalian akan banyak-banyak bersyukur dipertemukan dengan Bengkel Diri.

Terimakasih buat teman-teman daring saya yang mengenalkan saya akan kelas bermanfaat ini, yang membuat saya kepo "kalian ngapain sih? "kalian posting apa sih?" hehehe

Selasa, 25 September 2018

Officially 27

Alhamdulillah i'm officially 27 🤘

Emang kenapa sih 27 tahun? Ada yang spesial?
Ya gak ada, lo kira martabak spesial 3 telor bebek 👻

Udah mulai dari tahun 2016, kami memang tidak pernah merayakan yang namanya ulang tahun, hari lahir, milad endebray endebray. Kenapa? Ya karena udah tau hadistnya kalo itu HARAM 🤘

Jadi hari lahir ya terlewat begitu saja, malah kadang kami berdua lupa. Kalo Bapak Erdi tuh inget karena gue selalu minta traktiran makan enak di hari lahir dia atau gue (iya gak mau rugi gue mah)

27 tahun ada apa sih? Apa aja yang udah tercapai? Apa aja yang belum tercapai?

Kita rinci satu per satu gak abis-abis sih nanti. Namanya manusia kan, manusiawi banget punya banyak keinginan.

Bersyukur Alhamdulillah Allah SWT masih memberikan kesempatan gue menikmati hidup di bumiNya sampai umur 27th ini.
Udah banyak nikmatNya yang gue rasain sampai saat ini. Banyak kemudahan yang Allah SWT berikan di kehidupan gue, pun kesulitan yang gue yakini itu sebagai ujian hidup gue.

27 tahun gue udah berstatus istri, ibu dari 2 anak laki-laki. Yang mana masih banyak diluar sana di umurnya yang segini belum diketemukan dengan jodohnya, atau belum diberikan rezeki anak. Bersyukurlah kalian!

Target hidup gue memang, umur 25 tahun gue nikah. Alhamdulillah Allah SWT percepat, umur 24th udah menikah dan umur 25th udah jadi ibu anak 1.
Dan di umur 27th ini udah nambah gelarnya jadi ibu anak 2. Walau itu diluar rencana, tapi Allah SWT baik hati sekali sama gue, dikasih rezeki anak kedua secepat itu. Yang awalnya gue kaget untuk menerima itu, yang terbayang apakah gue sanggup memegang amanahNya itu, yang kalo diceritain bisa satu post sendiri. Doain gak males ya, nanti gue ceritain :p

Target lainnya, mau ngurus anak sendiri. Alhamdulillah tercapai, tanpa harus adu tegang sama Bapak Erdi, tanpa galau ngelepas karir. Semua ikhlas dilakuin karena memang sudah berniat. (Pembahasan tentang IRT sudah pernah di post)

Target liburan keluarga, pulang kampung kalo Lebaran (karena ini sebelum nikah gak punya kampung), tinggal terpisah dari orangtua/mertua semua sudah tercapai, Alhamdulillah.

Target kami selanjutnya, mau berkunjung ke Rumah Allah sekeluarga, sama anak-anak kami.

Target gue pribadi, berani bawa mobil ke jalan besar. Agar supaya mimpi gue nganter sendiri anak ke sekolahnya tercapai hehe. Trus mau lebih fokus ibadah, bisa tepat waktu, ibadah sunnah dijalankan. Mungkin nanti kalo bayi ini sudah beranjak menuju batita mamaknya bisa fokus kesitu. Dan semoga mamak ini diberikan kesabaran yang luaaass selalu agar gak gampang naik sasak 👻

Dah ah, doa terbaik untuk kalian semua pembaca blogku (kalo masih ada yang baca).

Ingat, semakin bertambah angka umurmu, semakin berkurang jatah hidupmu di dunia ini.

Selasa, 04 September 2018

Rindu Fangirling?

Jawabannya, ya rinduuuuu~

Tapi udah, cukup sampai disitu jawabannya. Cukup hanya RINDU gak lebih.

Kenapa? Karena sesuai dengan quote yang pernah gue baca di Wattpad.

"Nggak cowok, nggak cewek pasti bakal ngerasa -masa bebasnya- abis kalo udah nikah. Udah gak bisa pulang tengah malem lagi, udah gak bisa pergi main-main lagi tanpa harus peduli yg di rumah, udah gak bisa pergi jauh seenaknya. Tapi yaudah gitu, gue udah merasa cukup mainnya, gue merasa gue udah siap masuk ke dalam level baru kehidupan."

Ya itu, cukup. Gue udah cukup puas menikmati masa-masa fangirling, sampe ngejar Mas Song ke Spore, cegat 2PM, anak2 SM di Bandara pas mereka mau pulang ke Korea. Masa-masa nonton konser 2PM, nonton Arsenal sampe tengah malam walau pulang teteup di jemput Papa. Gue udah merasa cukup travelling, ngikut Mama dinas sana sini. Gue udah cukup hangout sama temen-temen (kalo ini karena pada dasarnya gue bukan anak nongkrong).

Jadi ya gue memutuskan nikah karena memang udah siap melepas itu semua. Udah tau kalo di level baru kehidupan gue bakal susah ngelakuin itu semua lagi, karena akan ada tanggung jawab baru yang harus gue jaga.

Dibilang nyesel gak nikah cepet, gak bisa fangirling-an lagi. Ya ngga juga sih. Gue masih bisa liat wajah tampan Mas-Mas Korea walau hanya lewat drakor atau variety show. Beruntungnya, suami gak ngelarang selama anak dan rumah terurus.

Jadi, nikah bukan cuma kalian harus siap ninggalin hobi fangirling loh gaes. Suatu saat kalian harus siap menerima hasil kompromi kalian berdua. Ya kayak gue, kami sepakat kalo nanti punya anak, anak-anak kami harus diurus sendiri oleh tangan ibunya. Dan Allah SWT memberikan rezeki itu secepat kilatnya, disaat karir kantoran gue lagi bagus, tapi karena kompromi itu gue harus lepas itu. Sedih? Ya sedih, tapi cuma sebentar. Nyesel? Ya enggak. Karena itu tadi. Gue udah merasa cukup dan siap.

Jadi, mau fangirling-an lagi gak Dis?
Ngaaa loh untuk saat ini, kecuali babang SJK kesini ngadain fanmeet trus bayik-bayik gue udah bisa ditinggal sama Bapaknya, atau nanti mungkin saat CN Blue/2PM comeback 😜

Kamis, 29 September 2016

Menjadi Ibu Rumah Tangga

Halo,

Jadi IRT itu enak loh. Duduk di rumah tapi dapat gaji ihi.

Gak perlu pusing mikirin macetnya jalan.
Gak perlu pusing mikirin bis atau KRL telat datang.
Gak perlu pusing mikirin telat absen.
Gak perlu pusing mikirin cara pulang tenggo.
Gak perlu pusing mikirin PR kerjaan esok.
Gak perlu pusing mikirin deadline.
Gak perlu pusing mikirin masalah klien.
Gak perlu pusing mikirin pakai baju apa besok.
Gak perlu pusing mikirin besok bangun subuh pulang malam lagi.

Jadi IRT aja deh.

Tiap hari dirumah.
Tiap hari bisa masak sesuka hati, kalo malas ya beli aja hee.
Tiap hari bisa main sama anak, 24 jam full. (Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan)
Tiap hari bisa nonton Tv.
Tiap hari bisa main hp.
Tiap hari bisa nonton korea (kalo anak tidur).
Tiap hari cuma pake daster.
Tiap hari abis selesai nyiapin bekal bisa tidur lagi sampe anak bangun.
Tiap hari bisa liat matahari terbit dan terbenam.
Apalagi?

Kata siapa IrT gak bahagia?
Kata siapa IRT gak bisa jalan-jalan?
Alhamdulillah punya suami hampir tiap minggu selalu ngajak jalan keluar, entah kondangan atau sekedar makan diluar atau cuma belanja.
Kata siapa IRT gak punya duit?
Lah wong tiap bulan di transfer suami. Suami gajian, IRT juga gajian.
Kata siapa IRT membosankan?
Iya memang kerjaannya itu-itu aja, tapi liat anak ketawa, becanda nikmatnya tiada tara.

Selamat menjadi IRT :))

Senin, 16 November 2015

My Baby Wishlist

[Update 2 Jan 2015]

Haloo.. berhubung baru belanja buat si cimit #ErbowJr di Usia Kehamilan 33 Weeks alhasil emaknya ngap, blank sampe di toko perlengkapan bayi bingung sendiri untung bawa Mamake sama Papake hahah..

Oh iya gue akhirnya memutuskan belanja di Mae Bebe Bintaro karena review sana sini dan memang sih lumayan banget bedanya..

update untuk belanjaan menyusul yaa.. belum di rekap dan niat nambah lagi :')

Berikut baby wishlist alias emak wishlist buat si cimit #ErbowJr

1. Stroller
Stroller gue gak ngerti yang kayak gimana bagusnya jadi ya terima aja.. Alhamdulillah Ghaisan dapet hadiah sekaligus 2 stroller dari Tante Indah dan Tante Nunu. Nuhuunnn kakak-kakak :))

2. Tempat Tidur plus Kelambu satu set
Ini juga tadinya udah mau beli, untung belum keburu beli karena tiba-tiba kakak ipar ngasih tau punya Adek Khanza ada 2 karena udah keburu beli tapi dapat kado lagi. Alhamdulillah
Penampakannya kira-kira begini (belum dibuka jadi belum di foto)

3. Bouncer
Inipun emang belum niat beli sekarang-sekarang karena toh belum butuh banget tapi alhamdulillah lagi-lagi dapet hibah dari Kakak Ipar.. Bouncer merk Pliko alhamdulillah yaaa

4. Baby Bather
Ini antara kepengen beli sama enggak, jadi di tulis aja deh siapa tau ada yang ngasih hahaha. Pas searching-searching tertarik sama Baby Bather Carter's atau Pliko tapi kayaknya lebih lembut yang Pliko :D
Carter's


Pliko
5. Grooming Tools
Ini maunya yang merk Mothercare! haruuuuus hahahha yang lengkap tapi mahal bangeeeeet.. Nih Penampakannya

6. Gendongan Sling
Yang ini merknya Elegance, katanya sih paling terjangkau tapi kualitas bagus ya kalo ngarepnya sih Baby Carrier Mothercare tapi dompet udah nangis duluan ituuu

7. Car Seat
Yang ini beneran deh mau beli tapi ntaran aja tapi galau mahal binggo loooooh :((
Paling murah yang Pliko ini hikss murah aja berapa ratus ribuu

9. Ayunan Portable
Pertama liat punya Adek Khanza. Pas dipikir-pikir kayaknya sih butuh juga kalo pas nanti udah berduaan doang dirumah sama Ghaisan dan gue harus ngerjain pekerjaan rumah juga kan lumayan kalo Ghaisan diletak disitu. Alhamdulillah dapet dari teman-teman abang di BRIS dulu. Nuhuuunnn :))

10. Breastpump
Ini sebenernya pengen beli yang Medela Swing. Malak temen kantor abng yang sekarang tapi ternyata budgetnya gk sampe untuk yang Medela Swing (ya secara itu emang mahal binggoe loh) jadi kayaknya mikir-mikir beli yang Medela Mini Electric aja plus kantong ASIPnya. Nuhun mas mbaa :))

11. Sterilizer
Ini gak masuk di list sih sebenernya krn Ghaisan insyaAllah ASIX. Tapi alhamdulillah dikadoin sama temen 1 yim abang di kantor. Duh, makasih banyak mas-mas :))

Alhamdulillah Ghais dapet banyak kado lain. Jumper, baju, perlengkapan mandi, bebek-bebekan buat mandi, Gendongan Samping ada 2, tempat makan buat MPASI nanti, celana pop, dan yang paling banyak Tas hehe, jadi kalo pergi-pergi tiap hari ganti tas ya nak. Alhamdulillah rezeki Ghaisan banyak, terimakasih kk, ibu, om, tante, mas, mba, dll. Semoga Allah membalas kebaikan kalian semua ya! 

Kamis, 26 Desember 2013

Teruntuk, kamu...

Teruntuk kamu yang sekarang berada di ujung timur Indonesia.

Pertama kali kita kenalan, aku syok begitu kamu menyebutkan asal daerah kamu.
Setelah itu aku dibuat syok lagi begitu kamu bilang jurusan yang kamu ambil itu Teknik Elektro. Kenapa aku syok? Baru kali ini aku kenalan sama orang dari ujung timur Indonesia, Manokwari. Selama ini, asal daerah teman-temanku gak lebih dari Jawa dan Sumatera. Ada rasa senang bisa berkenalan dengan teman dari daerah yang berbeda. Lalu, setelah kamu sebutkan jurusan yang kamu ambil berbeda denganku, ada sedikit kekaguman dalam diri aku. "Kamu hebat, jarang cewek yang mau ambil jurusan listrik. Aku saja masih setengah hati untuk menjadi anak Teknik".

Waktu bergulir dan pertemanan kita semakin dekat. Walaupun kamu orangnya ambekan, walaupun kadang kita anak kosan suka takut sama kamu kalo kamu lagi marah, tapi aku tahu kamu yang paling perhatian sama teman-teman kamu. Entah kenapa aku bisa ngerasain, kamu itu kalo berteman tulus, gak mandang dia siapa, jurusan apa, dari daerah mana. Itu yang membuat aku betah jadi teman kamu.

Pertemanan gak sebatas tinggal bersama kan? Suatu hari kamu pindah kosan pun kita masih sering bareng. Bahkan rumah baru mu lebih sering aku singgahi terlebih saat aku lagi galau dan pengen curhat sama kamu. Oh iya, rumah barumu juga jadi saksi bisu antara aku sama Kak Erdi juga kan? Haha aku mau ketawa kalo inget kejadian itu, kamu dan teman kita satu lagi disogok sebotol Pulpy Orange sama Kak Erdi.

Hari-hari dikampus, kesibukan yang semakin membuat kita jarang bertemu terkadang menjadikan sebuah rindu. Rindu akan kebersamaan kita, rindu akan curhatan-curhatan dan tangisan lalu berpelukan untuk saling menenangkan. Tapi aku tahu, kita sudah semakin dibebani sama tugas akan kewajiban kita di kampus.

Yah, terlalu banyak momen indah yang kalo aku tulis disini bisa jadi 1000 halaman. Semua emang gak tertumpah disini, tapi akan kekal dalam hati kita masing-masing. Tak akan terganti karena setiap orang punya ceritanya sendiri.

Sekarang kamu udah bahagia di sisi orangtuamu lagi. Sudah berkumpul bersama kehangatan canda tawa keluargamu. Tapi aku yakin, kamu gak akan melupakan keluarga kecilmu di Jakarta, aku yakin karena aku tahu kamu.

Semoga kamu sukses membangun kota kelahiranmu ya. Kalo udah sukses jangan lupa sama teman-teman seperjuanganmu disini. Disini kita berjuang bersama selama 4 tahun untuk membuka pintu kesuksesan kita masing-masing.

Sampai bertemu lagi dalam kesuksesan kita nantinya. Aku akan merindukan kamu. Ah, maaf aku nangis waktu nulis ini. Aku terharu mengingat kebersamaan kita dulu. Kita pasti bertemu lagi kan? Kamu sudah janji ya bakal datang kalo aku nikah nanti. Doain aku ya biar ada rejeki lebih bisa ngasih kamu tiket PP, tapi kalo rejekimu yang berlebih, datanglah tanpa membawa apapun, aku sudah senang.

Dear Puput Supiyati Sumono. See ya ! :)

Senin, 19 Agustus 2013

Kebetulankah? Atau Memang Takdir Allah?

Kalau aku ingat kembali, perkenalanku dengan dia bukanlah sesuatu yang disengaja. Perkenalanku dengannya bukan perkenalan dengan media seorang teman. Bukan, bukan dengan semua itu. Aku berkenalan dengan dia melalui sebuah ajang orientasi jurusan, dimana semua mahasiwa jurusan IT angkatanku pun berkenalan dengannya. Namun mengapa dia memilihku? Wallahualam. Aku pun masih tak memahaminya sampai sekarang.

Kebetulankah?

Kami yang tidak pernah bertemu sebelumnya, bisa saling jatuh cinta.
Kami yang tidak pernah satu kota sebelumnya, bisa saling menyayangi.
Apa itu bisa disebut kebetulan?

3 tahun 6 bulan sudah kami bersama. Berantem, baikan, marahan, ngambek, diem-dieman semua masalah sudah pernah dirasakan tapi kami masih memilih bersama, masih memilih orang yang sama.
Kebetulankah?

Apa kamu percaya sama yang namanya kebetulan? Kalau aku tidak. Aku percaya semua sudah digariskan oleh Allah. Semua sudah diatur jalannya oleh DIA, termasuk jalanku bersama dia.

Pertemuan yang tidak bisa dibilang indah. Sebuah kesalahan yang terjadi dimasa lalu namun berakhir indah untukku saat ini.

Aku tidak pernah menyesali masalaluku ataupun masalalunya. Biarlah semua tetap menjadi masa lalu. Terimakasih ya Rabb atas garis takdirMu untuk kami.

Kini kami sedang berusaha untuk menatap masa depan kami berdua. Untuk itu, jangan biarkan semua ini sia-sia ya Allah. Aku percaya semua yang terjadi bukan hanya sekedar kebetulan semata. Semesta punya jawaban atas semua ini.

Bismillah. Dengan menyebut nama Allah, lancarkan semua rencana kami. Semoga niat baik kami engkau Ridhai ya Allah.



PS : *Terimakasih ya atas pembicaraan serius kemarin malam. Terimakasih sudah menyadarkan aku dengan cara halusmu. Terimakasih atas cambukanmu. Kini aku sadar umurku sudah bukan umur untuk main-main, begitu juga denganmu. Kita jalani bareng-bareng, kita usaha bareng-bareng, kita niatkan bareng-bareng. Mulai malam itu kita sepakat semua kita lakukan bareng-bareng.

-disstea

Rabu, 22 Mei 2013

Hujan

Dulu aku menyukai hujan. Hujan itu romantis, hujan itu kata-kata yang tidak tersampaikan. Hujan itu anugerah.
Sampai pada suatu kejadian, dimana aku benci akan hujan. Terlebih ada suatu lagu yang berjudul Hujan.
Mengapa? Karena..
Hujan mengingatkanku tentang cerita dia dan masa lalunya.
Hujan masih membawa dia dengan arusnya ke kehidupan lalunya.
Hujan menyeret dia untuk mengingat kenangan yang berputar antara mereka.
Dan hujan adalah sebuah lagu yang selalu dia dengar untuk berharap semua akan kembali seperti dulu.
Saat itu aku membenci hujan.
Hujan gak lebih dari sebuah jerat yang menghalangi masa depan datang karena akan selalu ada masa lalu didalamnya.
Ya, aku benci hujan.
Hujan yang membuat semua yang sudah diperjuangkan hampir menjadi sia-sia.
Hujan yang membuat aku menjadi sebuah pilihan.
Hai hujan, memang kau pikir enak menjadi sebuah pilihan? TIDAK
Hai hujan, mengapa tak kau seret saja sesuatu yang masa lalu pergi bersamamu?
Hai hujan, bukankah setelah kau pergi akan muncul pelangi yang indah? Ya, aku butuh pelangi bukan kamu!
Gara-gara kamu hujan, aku merasakan bagaimana rasanya menunggu ketidakpastian.
Gara-gara kamu hujan, aku merasakan bagaimana rasa sayangnya padaku terbagi.
SEMUA KARENA KAMU, HUJAN!

Tapi sekarang, semua memory tentang kebencianku akan hujan terhapus sudah.
Memang aku merasakan sakitnya dikhianati, perihnya dibohongi, semua karena hujan.
Tapi hujan, bukankah semua manusia akan merasakan sakit sebelum datangnya bahagia?

Sekarang, terimakasih ya Hujan, karenamu bahagia yang lebih dari sekedar bahagia datang kepadaku.
Biarlah kebencianku akan hujan menjadi sebuah pelajaran hidup yang sangat bermakna.
Ya hujan, karena aku sudah merasakan tidak enaknya menjadi sebuah pilihan, maka aku juga tidak akan pernah mau memilih
Ya hujan. karena aku  sudah merasakan tidak enaknya dikhianati, maka aku juga tidak akan mengkhianati seseorang.
Aku akan menjaganya hujan.
Semua tidak boleh jadi kesia-siaan bukan? Seperti yang ia katakan.

Sekarang, aku menunggu datangmu hujan, aku menunggu sejukmu hujan. Karena aku butuh pelangi. Dan aku tahu, pelangi akan selalu datang setelah kamu, hujan.

Aku selalu bahagia, saat hujan turun karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri.

Selasa, 07 Mei 2013

WISUDA

It's official now. Adhiesti Nurannisah, ST

Terimakasih untuk keluarga, pacar, sahabat, dan semua pihak atas support dan doanya. Alhamdulillah saya lulus di semester 7 ini.








Terimakasih untuk semuanya, segalanya :')



Kamis, 18 April 2013

Saat Dia ... Saat Itu Kamu Tau ...


  • Saat dia mengorbankan waktu rapatnya hanya untuk merawat kamu yang sedang sakit
  • Saat dia mengorbankan waktu bermain futsalnya dan memilih pergi menemanimu yang sedang merasa bosan
  • Saat dia tiba-tiba datang ketempatmu dan membawakanmu coklat dan es krim hanya untuk meminta maaf atas kesalahannya saat itu
  • Saat dia menyempatkan mengajakmu pergi nonton disaat dia baru pulang dari kantornya
  • Saat dia mengalah pada saat debat denganmu ketika tim bola kesayanganmu kalah
  • Saat dia menyempatkan makan malam bersamamu
  • Saat dia menyisihkan sedikit waktu untuk meneleponmu ketika dia sedang berada di luar kota
  • Dan saat dia mengorbankan dinas ke kampung halamannya untuk datang ke acara wisudamu
  • Saat itulah kamu tau sebesar apa rasa sayangnya untukmu.

Hargai pengorbanannya. 
Ucapkan terimakasih padanya karena telah melakukan itu semua untukmu.
Kamu berhak mempertahankan lelaki seperti dia.


Insya Allah :')

Rabu, 17 April 2013

Tiiiiidddduuuuuunggggg

Akhirnya menginjak daerah pulau seribu juga tepatnya ke Tidung. Dari jaman kuliah emang pengen tapi belom kesampean hahah. Dan akhirnya ajakan dari Kak Erdi pun datang. Bersama teman-teman kantornya kita menuju pulau Tidung. Sempat mikir gak enak karena gw bukan keluarga BRIS, tapi ternyata ada pasangan lainnya diluar BRIS yang ikut juga. Aheeeeey

Schedule Kegiatan :

*Jumat, 29 Maret 2013

  • 03.45 Jalan dari rumah ke tempat janjian di depan CL dianter Papa karena katanya janjian jam 05.00 :O
  • 04.15 Ternyata jalanan lancar dan jam segini sudah sampai dong. Dan ternyata Kak Erdi masih baru jalan dong. Akhirnya parkir di depan Trisakti nunggu Kak Erdi
  • 04.35 Akhirnya Kak Erdi datang juga dan menghampiri teman-temannya di SPBU Daan Mogot. Sampai sana kita Sholat Subuh dulu karena sudah adzan.
  • 05.00 Mulai bergerak ke Angke pake angkot charteran yang seorangnya kena Rp 5.000. Seru ya naik angkot rame tapi yang diobrolin nyambung soalnya penumpangnya pada kenal semua.
  • 06.00 Baru sampe Angke. Perjalanan kira-kira sejam karena di deket Angke dan mau ke pelabuhannya itu macet sekali. Ternyata banyak orang yang ingin ke pulau juga. Untung kita majuin jadwal keberangkatan ya :D
  • 06.15 Posisi udah dikapal kayu bagian atas, udah duduk manis nyari tempat PW karena kira-kira perjalanan 3 jam katanya. Harus cari posisi enak buat tidur. Ngantuk booo jam 3 subuh udah bangun :D
  • 07.00 Kapal baru terlihat akan bergerak, antri karena depan belakang kita ada kapal lain. Oh jadi sepertinya kapalnya ini emang berangkatnya jam 7 gitu deh.
  • 09.00 Kira-kira jam segini sudah capek tidur (jadi dari kapal berangkat itu langsun terlelap haha) dan mukai melihat-lihat pemandangan laut yang sudah berwarna biru jernih gak pake butek. Alhamdulillah ombak gak berasa jadi gak (belum) mual.
  • 09.45 Katanya sih udah deket, daaaaaan pemirsah tempat kira duduk masuk air. Entah air darimana. Ya memang sih diluar hujan kecil, tapi airnya itu dari pinggir bukan dari jendela. Alhasil ada yang duduk di pelampung dan gw memilih jongkok. Udah gitu ombaknya gede, mungkin karena hujan. Jadi mulai berasa mualnya nih perut dikocok-kocok. Mana cuma sarapan donut. Alhasil gigit bibir biar gak muntah sambil liat muka Kak Erdi yang mau ngomel kalo sampe muntah
  • 10.15 Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga di Tidung. Kapal parkir aja pake antri, udah gitu buat ke dermaga aja antri, Heuh, betapa banyak orang yang ingin melihat keindahan alam di Pulau ini.
  • 10.30 Ketemu juga sama bapak yang ngurusin kita selama disana. Dan jalan kaki dong ke Homestay yyang kita belum tau seberapa jauh kita akan jalan kaki. Sambil jalan liat-liat homestay yang persis dipinggir pantai, bagus sekali emandangannya.  
Jalan kaki rame-rame gak terasa
  • 10.45 Ya akhirnya kita sampai di homestay yang letaknya juga di pinggir laut persis. Alhamdulillah. Bentuknya gak kayak rumah warga, tapi kayak kos-kosan gitu loh. Jadi ternyata kita disediain 2 kamar buat cowok sama cewek. Kamarnya bagus, kasurnya springbed dan kamar mandinya juga bersih, cuma ACnya kurang berasa.  Dan viewnya juga bagus karena kita dapat di lantai 2.
Naik tangga gak ada pegangan, ngobrol sama angin laut. Adeeemm

  • 11.00 Setelah istirahat sebentar kita memutuskan makan, karena begitu kita datang makanan sudah ada dikamar. Makannya lucu, lauknya disediain sesuai jumlah orang, gitupun aqua gelasnya hahaha. Yang bisa lebih cuma nasi sama sayur hahhahaah tapi enak kok, trus bergizi 4 sehat kurang 5 sempurna hahaha. Abis makan ngobrol ditemein angin laut, sambil menunggu jam lelaki sholat jumat.

Selasa, 02 April 2013

Bali [part 2]

Kali ini wisata ke Bali karena ikut reunian SMP mama. Kenapa mau? Karena ada hari bebas yaitu hari minggu dimana mama udah ngejanjiin mau ke dreamland dan uluwatu. Konon waktu kesana dulu gak sempet kesini. Jadilah 2 hari pertama di Bali cuma jadi tukang foto, karena males difoto karena udah banyak koleksi di Kintamani, Tanah Lot, Bedugul.

Dreamland Beach. Pantai yang bikin penasaran karena banyak orang bilang pantainya masih biru, jarang dikunjungi karena buat sampai ke pantai aja jauh sekali. Ya dan ternyata benar. MEmang tempat parkir mobil sama pantainya jauh. Untuk ke pantai kita naik shuttle dan gak diturunin depan pantai persis. Kita mesti turun ke bawah buat sampai ke pantai.
Kesan pertama, baguuuuus. Birunya masih kelihatan dengan pasir putihnya, meskipun kalo kegulung ombak pasirnya jadi coklat juga. Banyak bule berjemur disini, gak ngerti kenapa alasannya, padahal kalo dilihat dari segi terik matahari, menurut gw lebih terik di nusa dua beach.
Dan inilah penampakan dreamland beach.






 



Uluwatu. Uluwatu itu letaknya di ujung Bali. Kalo kesana itu sejalur sama GWK, Dreamland, baru deh Uluwatu. Disana itu ada monyet-monyet liar sama kalo sore ada tari kecak. Nah sambil nonton tari kecak, bisa liat sunset juga. Gw pengen kesana banget karena ada monyet-monyetnya itu. Gw kan pecinta monyet. KArena nyewa tour guide, monyetnya jadi gak ambil barang-barang kita. Asal dikasih makanan aja udah mau deket-deket kok. Trus abis itu keliling ke Pura yang letaknya diatas. Subhanallah alam nya indah sekali. Begitu lihat ke bawah, ombak air laut sedang menghantam karang, masih biru, jernih. Dan menunggu sore untuk lihat tari kecak + sunset. Lagi-lagi mengucap subhanallah sunsetnya benar-benar indah.
Ini dia pict di uluwatu.









Senin, 04 Februari 2013

SEMINAR

Update judul aja berat setengah mati rasanya. Rasanya beban banget buat nulis "SEMINAR" mengingat itu merupakan langkah pertama menuju gelar ST.
Jadwal seminar gue itu sebenarnya 16 Januari 2013 jam 10.30. Sudah cantik dong, sudah siap mental, siap sogokan makanan buat teman-teman penonton. Daaan kabar buruk pun datang. Diakarenakan cuaca yang memang hujan dari semalam, seminar gue pun DITUNDA karena dosen pembimbing kejebak banjir. Eng ing eng, ditunda sampai esok hari dengan waktu yang belum pasti. Sooooo, cantik-cantik kekampus nontonin orang seminar doang? Ya gak! Harus tetap ada dokumentasi dongg. After Before gitu ceritanya.

Esoknya...

Pagi-pagi udah sms-an sama teman yang juga ditunda yang sepembimbing sama gue. Dan dia juga gak bisa ngabarin pasti jam berapanya. Mengingat emang semaleman ujan parah banget. Daaaaaan menjelang siang pak dosen ngabarin kalo seminar ditunda lagi. Ok, status gue disitu PGT alias penmpang gelap tetap nya Reny karena gue udah gak punya kosan boooooo. Yaa disabar-sabarin. Seharian ngebabi deh dikamar sama Reny dan Ici. Karena mau buka file yang judulnya "PAPER" aja mualeeeeess haah.

Niatnya jumat pulang karena emang masih hujan dan memprediksi bapaknya masih kejebak banjir. Negosiasi minta dijemput papa, dan karena takut jumat ini masih banjir, alhasil kata papa sabtu pagi-pagi aja ya dijemputnya. OK FIX jadi gue seminggu terlantar di Kosambi :D

Disaat yang lain sibuk revisi, gue? Nonton Running Man. Ya abis masih belum tau jadwalnya kapan. Dan pengumuman sudah dibuat jadwal seminar nanti diatur lagi. Nyantai dooong..
Minggu siang ada kabar UAS diundur jadi rabu karena banjir. Dan mention Kajur nanyain nasib seminar dibilang nanti dijadwal ulang. Ya tambah nyantaaaaaaai

Senin pagi jam 7an lah buka hp ada sms dosen "Seminar hari ini ya" what??? what??? dan buka wassap ada dari alan bilang jam 9 seminar, sms dari dwi bilang begitu juga. Apa??? Gue dibekasi ini!! Mana bisa kekejar. Mana baru banguuuuuuuuun.
Wussssssshh buru-buru siap-siap, ready goto terminal. Sejam nunggu bis gak muncul-muncul. Nelpon mama akhirnya dan disuruh naik ojek. Ok, nunggu 15 menitan buat tukang ojek depan rumah nyampe. Daan selama perjalanan smsan sama orang-orang dikampus. Haduuuuuu panik tingkat dewa dewi. Smsan sama pacar nanyain jalanan banjir juga. Dannn ngasih kabar terus-terusan ke teman-teman dan dosen.
Nyampe setengah 11 pemirsaaaahhh. Alhamdulillah masih ditungguin sama teman-teman. Masuk kelas langsung kayak ikutan Super Trap. Bengong. Aus. Ngos-ngosan. Pake alamamater, ganti sepatu dan langsubng presentasi.
Alhamdulillaaaah masih dikasih kemusdahan dan kelancaran sama Allah. Masih bisa ngejelasib dan negajwab pertanyyan dari teman-teman. Dan bersyukur dapat dospem baik hati mau nungguin gw.
Oh iya anak-anak sekelas pada tau perjuangan gue. Semoga A ya pak! hahahahahaha

Selasa, 01 Januari 2013

Renungan

Sang waktu terus berjalan tanpa seorangpun yang mampu membendungnya.
"Manusia tanpa waktu seperti ikan tanpa air".
Ada juga yang mengatakan "Waktu yang berlalu seperti air sungai yang mengalir"
Kita tidak akan pernah menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya.
Ini semua mengingatkan, agar kita lebih menghargai waktu dan kehidupan.
Hargailah dan syukurilah siapa & apa yang kita miliki saat ini.
Tahun baru merupakan momentum yang sangat baik bagi kita untuk evaluasi diri.
Merenungkan apa yang telah kita lakukan selama ini.
Apakah kita telah hidup dengan rajin dan maksimal?
Jangan pernah "bermain-main" dengan kehidupan.
Saat kita pindah rumah, kita meninggalkan benda-benda yang tidak berguna ke rumah baru.
Demikian juga halnya saat kita akan memasuki tahun baru.
Tinggalkanlah semua rasa benci, amarah, dendam, serakah, iri hati, dll karena itu semua hanya merupakan "kebodohan".
Bawalah cinta, kasih, sayang, ketulusan & kebesaran hati & pemaafan ke tahun baru ini.
Semua penderitaan yang kita alami di tahun ini adalah ujian dari Allah untuk "memurnikan" kita untuk naik ke level yang lebih tinggi.
Terimakasih pada Allah yang selalu memberi kita kekuatan untuk melaluinya dengan baik.
Selamat Tahun Baru Masehi 2013..


Ini sms dari Bapak Calon Mertua gw. Subhanallah sampe gak tau mau balas apa. Terharu selalu diingatkan setiap momen-momen besar di dunia ini. Semoga jadi pribadi yang selalu menghargai waktu dan lebih baik lagi kedepannya untuk kita semua. Aamiin.

Rabu, 26 Desember 2012

Bali

Akhirnya menginjak juga pulau Dewata dengan keluarga besar di sempitnya waktu liburan dan di sela-sela skripsi halah.
Bali.. Begitu indah dengan alamnya. Allah menciptakan Bali untuk dikunjungi, dinikmati alamnya bukan untuk dihancurkan. Miris rasanya mengingat kejadian Bom Bali 1 & 2 tempo dulu. Bali terlalu indah untuk dihancurkan.
Mari berbagi keindahan Pulau Dewata, surga nya buat para surfer :))

Minggu, 09 Desember 2012

2PM What Time Is It Live Tour Jakarta Part 2

--Ceritanya udah di depan panggung--

Masih harus nunggu karena belum jam 8PM. Sambil sok ngobrol sana sini ya karena emang sama-sama Hottest ya nyambung aja.
Makin deket jam 8PM makin kenceng para Hottest teriak "2PM 2PM 2PM" dan molor 15 menit ternyata.
Posisi gw itu di pinggir deketnya ke panggung utama. Dan ketika lampu dimatiin, itu 6 lelaki ganteng malah naik dari bawah panggung depan. Jleb!
Dan HOTTEST seketika balik badan. Mulailah aksi dempet2an pffft
Gw tetep stay cool ditempat tadi, malah makin ke depan. Mau foto, tiap pencet eh kesenggol. Frustasi akhirnya ngevideo..
Setelah merasa ngaaaaaaap, akhirnya memilih ke tengah. dan ditengah kosong permirsaaaaah. Gw sama Pia bisa ngikutin 6 lelaki ganteng kemanapun.. Ya tapi gak bisa ke deket pager karena numpuk disitu semua. Curi-curi senyum, dadah-dahah, semua kode dikasih. Dan 1. Didadah sama uyoooooooong,, yg dadah ke dia cuma gw sama pia, dan dia dadah balik *lemes*. 2. Loncat-loncat sambil ngangkat LS kesamping bando yg tulisan JUNHO, daaaaaan ditunjuk sama Junho sambil senyum *sesek napas*. Omoooooooooooooooooo terlalu banyak kesenangan yang gw gak tau mau ditulis kayak gimana..
oh iya, moment yang bikin haru itu pas Chansung nyanyi lagu "satu satu aku sayang ibu". Diulang 3x bareng personil 2PM dan Hottest!. Terakhir Junho ngomong "1 2 3 2PM sayang kalian" *hening* *pengen nangis*
Trus, pas udah mau abis, Taec ppa ngomong "Its time to goodbye~", gw langsung lihat Junho cuma bisa nundukin kepala. Wooyoung diam. Dan Taec nanya karena kita pada teriak "andwaaaaaaaaeeee". Taec akhirnya bertanya "What time is it?" refleks Hottest jawab "Its 2PM" dan itu bikin mereka terhibur. Jun.K langsung komentar "Wow, still 2PM right?" sambil ketawa-ketawa..
Pas nyanyi I Will Give You My Life, Khun n CHan gak nyelesein part mereka karena mereka sedih. Kita juga sedih Oppa..

Oppa, makasih ya buat wonderful satnite..
Kita tunggu janji kalian buat balik lagi ke sini..


Saranghaeyo Oppaadeeull!!


NB:
Foto : Live Tour 12-12-8
Video : Youtube (Adhiesti Nurannisah)
And check my tumblr for more info >>